- 28 Oct 2024
- M Aqshal Rayhan
Berapa Minimal Gaji untuk Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)?
Membeli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu solusi yang sering dipilih oleh masyarakat untuk memiliki hunian impian. Akan tetapi, Sebelum mengajukan KPR, Anda harus mempertimbangkan minimal gaji yang diperlukan agar pengajuan KPR disetujui oleh bank.
Nah, pada artikel ini kita akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi minimal gaji untuk KPR dan bagaimana cara menghitungnya.
Faktor Penentu Gaji Minimal untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi upah minimum yang diperlukan untuk mengajukan KPR:
Harga Rumah: Semakin tinggi harga rumah yang ingin Anda beli, maka akan semakin besar juga pinjaman KPR yang harus Anda ambil. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi besar kecilnya cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya.
Jangka Waktu KPR: Lamanya jangka waktu cicilan atau tenor juga sangat mempengaruhi besarnya angsuran bulanan. Jangka waktu KPR biasanya berkisar antara 5 hingga 25 tahun. Semakin panjang jangka waktunya maka cicilan bulanannya akan semakin rendah, namun secara keseluruhan bunga yang harus dibayarkan akan semakin besar.
Suku Bunga KPR: Suku bunga merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan besar kecilnya cicilan bulanan Anda. Umumnya, bank akan menawarkan suku bunga tetap (fixed) untuk beberapa tahun pertama dan kemudian beralih ke suku bunga mengambang (floating). Suku bunga yang lebih rendah akan membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan.
Uang Muka (DP): Uang muka juga menentukan besar kecilnya pinjaman KPR. Semakin besar uang muka yang Anda bayarkan, semakin kecil jumlah pinjamannya sehingga semakin rendah cicilan bulanannya. Uang muka biasanya berkisar 10% hingga 30% dari harga rumah.
Penghasilan Bulanan: Umumnya, bank memiliki peraturan bahwa cicilan KPR tidak boleh melebihi 30% hingga 40% dari total pendapatan bulanan Anda. Artinya, apabila cicilan bulanan Anda melebihi persentase tersebut, maka pengajuan KPR Anda bisa saja ditolak.
Menghitung Gaji minimum untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Untuk menghitung gaji minimum yang disyaratkan, kita dapat mengambil contoh sederhana.
Misalnya, Anda ingin membeli rumah yang harganya Rp 500 juta dengan jangka waktu KPR 15 tahun dan bunga 10% per tahun. Dengan asumsi Anda membayar uang muka 20%, sisa yang harus Anda pinjam adalah Rp 400 juta.
Maka, perhitungan cicilan menggunakan metode anuitas, yaitu:
Pinjaman pokok: Rp 400 juta
Suku bunga: 10% per tahun
Jangka waktu atau tenor: 15 tahun atau 180 bulan
Dengan metode anuitas, maka cicilan bulanan yang harus Anda bayar berkisar Rp 4,3 juta. Sehingga, apabila bank mensyaratkan cicilan tidak boleh lebih dari 30% dari penghasilan bulanan, maka minimal gaji yang harus dimiliki adalah sekitar Rp 14,3 juta per bulannya.
Contoh Kasus Minimal Gaji Berdasarkan Harga Rumah
Rumah Seharga Rp 300 juta
Uang muka 20%: Rp 60 juta
Sisa pinjaman: Rp 240 juta
Cicilan bulanan (10% bunga, 15 tahun): sekitar Rp2,6 juta
Minimal gaji yang diperlukan: Rp 8,7 juta per bulan
Rumah Seharga Rp 500 juta
Uang muka 20%: Rp 100 juta
Sisa pinjaman: Rp 400 juta
Cicilan bulanan (10% bunga, 15 tahun): sekitar Rp 4,3 juta
Minimal gaji yang diperlukan: Rp14,3 juta per bulan
Rumah Seharga Rp 1 miliar
Uang muka 20%: Rp 200 juta
Sisa pinjaman: Rp 800 juta
Cicilan bulanan (10% bunga, 15 tahun): sekitar Rp 8,6 juta
Minimal gaji yang diperlukan: Rp 28,6 juta per bulan
Tips untuk Mendapatkan Persetujuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
Perbaiki skor kredit, karena skor kredit yang baik akan meningkatkan peluang Anda mendapatkan hipotek. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat kredit buruk, seperti keterlambatan pembayaran atau hutang yang belum dibayar.
Siapkan uang muka yang lebih besar, jika memungkinkan lakukan pembayaran uang muka yang lebih besar dari jumlah minimum yang disyaratkan. Semakin tinggi uang muka, maka akan semakin kecil jumlah pinjaman yang dibutuhkan dan oleh karena itu semakin kecil pula cicilan bulanannya.
Kurangi utang lainnya, apabila Anda memiliki hutang lain, seperti kartu kredit atau pinjaman pribadi, cobalah untuk melunasinya terlebih dahulu. Bank mempertimbangkan rasio utang terhadap pendapatan Anda saat menilai kemampuan Anda membayar cicilan hipotek.
Pilih jangka waktu yang sesuai, jangka waktu yang lebih panjang memang bisa membuat cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau, namun hati-hati dengan total bunga yang harus Anda bayarkan selama jangka waktu kredit.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa minimal gaji untuk bisa mengajukan KPR ini tergantung pada beberapa faktor, mulai dari harga rumah, jangka waktu cicilan, suku bunga hingga besar uang muka.
Umumnya, cicilan KPR tidak boleh lebih dari 30% hingga 40% dari total penghasilan bulanan Anda. Anda bisa mengajukan KPR dengan lebih mudah dan mewujudkan impian memiliki rumah sendiri bisa melakukan perencanaan dengan tepat dan pemahaman akan kondisi finansial.